Anatomi Masa Depan Advokat: Apakah Navigasi Kecerdasan Buatan (AI) Efesiensi Untuk Klien Atau Menggadaikan Etika Advokat?
AI Hukum vs Rahasia Jabatan Advokat. Dunia hukum sekarang dalam proses dilema, khususnya profesi advokat. Kebuntuan yang hampir dirasakan setiap hari dalam membedah ratusan sampai ribuan pasal yang membutuhkan waktu berminggu-minggu atau sampai berbulan-bulan, kini menemui titik temu. Kecerdasan buatan artificial intelligence ( AI) hadir sebagai jawaban untuk masalah ini, ribuan pasal yang membutuhkan waktu lama, kini bisa selesai dalam hitungan detik. Akan tetapi hadir juga masalah baru " sumpah jabatan" yang membayangi profesi advokat dalam setiap langkahnya. Kehadiran AI dieluh-eluhkan banyak orang, karena dirasa dapat meringankan pekerjaan manusia, khususnya profesi advokat sebagai solusi efesiensi dalam menyelesaikan perkerjaannya. Tapi apakah AI betul-betul efesiensi atau bunuh diri profesi yang paling halus. Mengapa? karena seorang advokat dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam mengerjakan tugasnya, memasukkan detail data perkara dan pribadi kliennya untuk me...